Sabtu, 11 Desember 2010

Persepsi


Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Proses kognisi dimulai dari persepsi.

Pembedaan dengan sensasi

Istilah persepsi sering dikacaukan dengan sensasi. Sensasi hanya berupa kesan sesaat, saat stimulus baru diterima otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya dan ingatan-ingatan yang berhubungan dengan stimulus tersebut. Misalnya meja yang terasa kasar, yang berarti sebuah sensasi dari rabaan terhadap meja.
Sebaliknya persepsi memiliki contoh meja yang tidak enak dipakai menulis, saat otak mendapat stimulus rabaan meja yang kasar, penglihatan atas meja yang banyak coretan, dan kenangan di masa lalu saat memakai meja yang mirip lalu tulisan menjadi jelek.

 Jenis-jenis persepsi

Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh oleh indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis.

Persepsi visual

Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan.Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan mempengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya[1]. Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari.

Persepsi auditori

Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga.

 Persepsi perabaan

Persepsi pengerabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit.

Persepsi penciuman

Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung.

Persepsi pengecapan

Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.
Persepsi [perception] merupakan konsep yang sangat penting dalam psikologi, kalau bukan dikatakan yang paling penting. Melalui persepsilah manusia memandang dunianya. Apakah dunia terlihat “berwarna” cerah, pucat, atau hitam, semuanya adalah persepsi manusia yang bersangkutan. Persepsi harus dibedakan dengan sensasi [sensation]. Yang terakhir ini merupakan fungsi fisiologis, dan lebih banyak tergantung pada kematangan dan berfungsinya organ-organ sensoris. Sensasi meliputi fungsi visual, audio, penciuman dan pengecapan, serta perabaan, keseimbangan dan kendali gerak. Kesemuanya inilah yang sering disebut indera.

Jadi dapat dikatakan bahwa sensasi adalah proses manusia dalam dalam menerima informasi sensoris [energi fisik dari lingkungan] melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi sinyal-sinyal “neural” yang bermakna. Misalnya, ketika seseorang melihat (menggunakan indera visual, yaitu mata) sebuah benda berwarna merah, maka ada gelombang cahaya dari benda itu yang ditangkap oleh organ mata, lalu diproses dan ditransformasikan menjadi sinyal-sinyal di otak, yang kemudian diinterpretasikan sebagai “warna merah”.
Berbeda dengan sensasi, persepsi merupakan sebuah proses yang aktif dari manusia dalam memilah, mengelompokkan, serta memberikan makna pada informasi yang diterimanya. Benda berwarna merah akan memberikan sensasi warna merah, tapi orang tertentu akan merasa bersemangat ketika melihat warna merah.
Di samping faktor-faktor teknis seperti kejelasan stimulus [mis. suara yang jernih, gambar yang jelas], kekayaan sumber stimulus [mis. media multi-channel seperti audio-visual], persepsi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis. Faktor psikologis ini bahkan terkadang lebih menentukan bagaimana informasi / pesan / stimulus dipersepsikan.

Faktor yang sangat dominan adalah faktor ekspektansi dari si penerima informasi sendiri. Ekspektansi ini memberikan kerangka berpikir atau perceptual set atau mental set tertentu yang menyiapkan seseorang untuk mempersepsi dengan cara tertentu. Mental set ini dipengaruhi oleh beberapa hal.

Ketersediaan informasi sebelumnya; ketiadaan informasi ketika seseorang menerima stimulus yang baru bagi dirinya akan menyebabkan kekacauan dalam mempersepsi. Oleh karena itu, dalam bidang pendidikan misalnya, ada materi pelajaran yang harus terlebih dahulu disampaikan sebelum materi tertentu. Seseorang yang datang di tengah-tengah diskusi, mungkin akan menangkap hal yang tidak tepat, lebih karena ia tidak memiliki informasi yang sama dengan peserta diskusi lainnya. Informasi juga dapat menjadi cues untuk mempersepsikan sesuatu.

Kebutuhan; seseorang akan cenderung mempersepsikan sesuatu berdasarkan kebutuhannya saat itu. Contoh sederhana, seseorang akan lebih peka mencium bau masakan ketika lapar daripada orang lain yang baru saja makan.

Pengalaman masa lalu; sebagai hasil dari proses belajar, pengalaman akan sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu. Pengalaman yang menyakitkan ditipu oleh mantan pacar, akan mengarahkan seseorang untuk mempersepsikan orang lain yang mendekatinya dengan kecurigaan tertentu. Contoh lain yang lebih ekstrim, ada orang yang tidak bisa melihat warna merah [dia melihatnya sebagai warna gelap, entah hitam atau abu-abu tua] karena pernah menyaksikan pembunuhan. Di sisi lain, ketika seseorang memiliki pengalaman yang baik dengan bos, dia akan cenderung mempersepsikan bosnya itu sebagai orang baik, walaupun semua anak buahnya yang lain tidak senang dengan si bos.

Baca Selengkapnya...

ingatan


Pengertian
Ingatan adalah gejala psikologi yang berhubungan dengan masa lampau, berhubungan dengan yang pernah diamati dan dialami.
Schlinger and Groves (1976) Memori adalah sistem yang sangat berstruktur yang menyebabkan organisme mampu merekam fakta tentang dunia dan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya.
Ingatan (memory) adalah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan mereproduksi kesan-kesan  yang telah lampau.
Tahapan ingatan
1.      Memasukkan informasi ke dalam otak (Encoding)
Proses mengubah sifat suatu informasi kedalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme
2.      Menyimpan informasi (Storage)
3.      Mengingat Kembali (Retrival)
Merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan.
Ada 3 proses mengingat :
1). Recall
Proses mengingat informasi yang telah dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme.
2). Recognition
Proses mengingat informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme.
3). Redintegrative
Proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatukonsep atau cerita yang cukup kompleks. Co: Seseorang yang mendengarkan lagu kenangan pada masa lalunya akan dengan senirinya mengingat kejadian yang terjadi pada masa lalunya secara keseluruhan.

Lupa
Lupa merupakan kegagalan seseorang dalam mengingat kembali informasi yang sudah tersimpan.
Lupa terjadi karena stimulus atau rangsang yang diterima oleh panca indera tidak di proses lebih lanjut baik itu di dalam memori sensoris, short term memory maupun long term memory.
Beberapa penyebab lupa:
1) Keusangan, karena ingatan terhadap sesuatu    tidak pernah dipakai lagi.
2) Represi (penekanan ke dalam), yaitu penekanan secara sadar terhadap peristiwa yang tidak menyenangkan.
3) Distorsi secara sistematis, yaitu mengubah memori kita tentang berbagai hal agar sesuai dengan apa yang kita inginkan (interest).
4) Interferensi, yaitu apa saja yang terjadi selama jangka waktu tersebut karena hasil belajar atau informasi lain yang masuk.
Cara meningkatkan daya ingat
1. Relaksasi secara teratur. Menurut ahli, relaksasi otot dapat mengurangi kecemasan yang sering dirasakan seseorang ketika berusaha mempelajari hal baru.
2. Dengarkan musik klasik. Menurut Dr. Frances Ranscher dan Dr. Gordon Show, peneliti dari Universitas California, AS, orang yang sering mendengarkan musik klasik akan mengalami peningkatan kemampuan penalaran. Menurut penulis The Mozart Effect, Don Campbell, mendengarkan musik klasik juga akan membantu ingatan dan pembelajaran.
3. Menata pikiran. Membentuk urutan informasi (mengelompokkan informasi) akan membuat sesuatu lebih mudah diingat. 
4. Jaga kesehatan.  Sebuah penelitian menunjukan bahwa dalam periode 25 tahun, pria penderita hipertensi akan kehilangan kemampuan kognitif hingga dua kali lipat dibandingkan pria bertekanan darah normal. Penelitian juga menunjukkan bahwa pada usia 70-an, seseorang tidak akan mudah mengalami penurunan kemampuan kognitif jika mereka tetap aktif secara fisik.
5. Tantanglah diri sendiri. Otak memproduksi senyawa kimia neurotransmitter yang membawa pesan antar-sel yang terlibat dalam ingatan. Ketersediaan neurotransmitter ini akan meningkat apabila otak sering digunakan untuk menyelesaikan tantangan yang menuntut pemecahan masalah.
6. Cukup tidur. Penelitian di Universitas de Lille, Prancis, mengindikasikan bahwa otak memerlukan tidur untuk mempertahankan kemampuan mengingat informasi yang kompleks.
7. Makan secukupnya, kurangi lemak, perbanyak minum. Air putih dapat membantu pencernaan dan pernapasan, meningkatkan kapasitas pembawaan oksigen dalam darah, serta mempertahankan kesehatan sel.
8. Libatkan emosi. Pasalnya, peningkatan ingatan tentang suatu kejadian terkait erat dengan peningkatan emosi. Dan pengalaman yang melibatkan emosi akan lebih mudah diingat daripada pengalaman biasa.
9. Kembangkan ketajaman indera. Cobalah praktikkan keterampilan pengamatan dan belajar memperhatikan sesuatu dengan menggunakan seluruh indera kita. Jika ingin mengingat sesuatu, berhentilah sejenak, perhatikan dan catat apa yang ingin kita lihat.
Atau
1. Perhatian. Pusatkan sepenuhnya perhatian kita pada lawan bicara yang ada di hadapan kita. Bila kita ingin selalu mengingat apa yang dikatakan seseorang, perhatikanlah dengan baik apa yang dikatakan orang tersebut.
2. Gunakan seluruh panca indera anda. Semakin banyak anda menggunakan panca indera dalam memperhatikan sesuatu maka akan semakin lama ingatan terhadap hal tersebut membekas di otak.
3. Hubungkan dengan sesuatu. Menghubungkan suatu benda dengan benda yang lain akan membantu anda mengingat benda tersebut. Semakin unik hubungan yang anda buat maka akan semakin bagus ingatan anda
4. Antusialah dalam melakukan sesuatu. Semakin antusias dan senang anda terhadap sesuatu atau seseorang maka akan semakin mudah anda mengingatnya dalam jangka waktu lama.
5. Ulangi. Ulangi, ulangi dan ulangi apa yang ingin anda ingat. Para ahli dibidang per-otakan mengatakan bahwa otak manusia hanya mampu mengingat 7 bagian informasi dalam kurang dari 30 detik.
6. Olah ragalah yang cukup. Olah raga terutama yang meningkatkan sirkulasi oksigen ke otak akan meningkatkan fungsi otak secara maksimal.
7. Kendalikan stress anda. Stress akan meningkatkan kadar hormon kortisol yang mengganggu fungsi otak akibat matinya sel saraf otak. Stress juga akan menganggu selera makan dan tidur anda yang pada gilirannya akan berdampak pula pada kemampuan daya ingat.
8.  Tidurlah yang cukup. Saat kita terlelap terutama beberapa jam di awal tidur, otak kita akan menyibukan diri memproses segala informasi yang kita pelajari sebelumnya. Hal ini tentu akan menambah kemampuan daya ingat.

Penyakit yang mempengaruhi ingatan
      Penurunan Kognitif  Ringan. suatu kondisi dimana seseorang memiliki masalah dengan memori, bahasa, atau fungsi mental lain yang menyebabkan perhatian pada individu, namun tidak cukup serius mengganggu kehidupan sehari-hari.
      Vascular Dementia. Hal itu terjadi ketika aliran darah di otak terganggu. Gejala dapat termasuk kebingungan, yang mungkin bertambah buruk pada malam hari, kesulitan mengikuti instruksi atau berkonsentrasi, masalah mengelola uang atau memasak, dan perubahan fisik seperti kelemahan atau berbicara masalah.
      Campuran Demensia. kondisi di mana penyakit Alzheimer dan demensia vaskular terjadi pada saat yang sama. Pasien dengan demensia campuran mungkin memiliki masalah dengan memori, yang biasa terjadi pada penyakit Alzheimer, serta kebingungan dan masalah dengan konsentrasi, yang lebih khas pada demensia vaskular.
      Penyakit Parkinson. mempengaruhi konsentrasi, keterampilan spasial visual, dan kecepatan berpikir. Ini mempengaruhi gerakan, yang mengakibatkan tremor dan kegoyahan, kekakuan, kesulitan berjalan, kurangnya ekspresi wajah dan bicara.
      Demensia dengan Lewy Bodies. Gejala dapat mencakup masalah memori, penilaian miskin, dan kebingungan, serta kantuk di siang hari berlebihan, melihat orang atau benda yang tidak benar-benar ada (halusinasi visual), atau perubahan yang cepat dalam kewaspadaan. Pasien dengan DLB juga mungkin memiliki masalah gerakan seperti berjalan menyeret, kegoyahan, kurangnya ekspresi wajah, dan masalah dengan keseimbangan dan jatuh.
      Frontotemporal Demensia. Orang dengan FTD dapat bertindak secara tidak tepat, gagal mengurus diri sendiri seperti dulu, dan membuat keputusan yang buruk tentang hal-hal pribadi atau keuangan. Mereka mungkin tampak secara emosional terpisah dari orang lain dan tidak dapat mengetahui setiap perubahan-perubahan dramatis. Orang dengan FTD juga memiliki pemikiran masalah seperti masalah dengan perhatian atau bahasa, dan beberapa kehilangan kemampuan untuk berbicara dengan benar atau memahami makna kata.
      Penyakit Creutzfeldt-Jakob. adalah gangguan fatal cepat dan langka biasanya penyakit yang sangat mempengaruhi individu tua dari 60.  Gejala awal mungkin melibatkan masalah memori dan perubahan dalam pemikiran, penalaran, kepribadian atau perilaku. Depresi dan agitasi juga cenderung menjadi gejala awal.

Baca Selengkapnya...

Lupa


Lupa (forgetting) ialah hilangnya kemampuan untuk menyebut atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Gulo (1982) dan Reber (1988) mendefinisikan lupa sebagai ketidakmampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dipelajari atau dialami. Jadi lupa bukanlah peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari akal kita.
1.      Faktor-faktor Penyebab Lupa
a.       Lupa dapat terjadi karena gangguan konflik antara item-item informasi atau materi yang ada dalam sistem memori.Gangguan konflik ini terbagi menjadi dua yaitu:
        Gangguan proaktif (Proactive interference) yaitu apabila materi pelajaran lama yang sudah tersimpan dalam subsistem akal permanennya mengganggu masuknya materi pelajaran baru. Ini terjadi jika siswa mempelajari materi yang mirip dengan materi pelajaran yang telah dikuasainya dalam tenggang waktu yang pendek. (Psychology Education, 2002)
        Ganguan retroaktif (retroactive interference) yaitu apabila materi pelajaran baru membawa konflik dan gangguan terhadap pemanggilan kembali materi pelajaran lama yang telah lebih dahulu tersimpan dalam subsistem akal permanen siswa. Jadi materi pelajaran lama akan sangat sulit diingat atau diproduksi kembali, sehingga siswa tersebut lupa. (Psychology Education, 2002)
b.      Lupa dapat terjadi pada seseorang siswa karena adanya tekanan terhadap item yang telah ada, baik sengaja ataupun tidak. Penekanan ini dapat terjadi karena item informasi yang berupa pengetahuan tanggapan atau kesan dan sebagainya yang diterima siswa kurang menyenangkan, sehingga ia dengan sengaja menekannya sehingga ke alam ketidaksadaran.
c.       Lupa dapat terjadi pada siswa karena perubahan situasi lingkungan antara waktu belajar dengan waktu mengingat kembali (Andreson 1990). Jika siswa belajar hanya dengan mengenal melalui keterangan atau gambar saja, maka jika siswa menemui yang telah dipelajarinya, mereka akan lupa.
d.      Lupa dapat terjadi karena perubahan sikap dan minat siswa terhadap proses dan situasi belajar tertentu. Jadi, jika siswa telah mengikuti proses belajar-mengajar dengan tekun dan serius, karena hanya tidak suka dengan gurunya maka materi pelajarannya akan terlupakan.
e.       Lupa dapat terjadi karena materi pelajaran yang telah dikuasai tidak pernah digunakan atau dihafalkan siswa (Hilgard & Bower 1975)
f.        Lupa tentu saja dapat tejadi karena perubahan urat syaraf otak.
2.      Kiat Mengurangi Lupa
Menurut Barlow (1985), Reber (1988), dan Anderson (1990), kiat untuk mengurangi lupa yaitu :
a.       Overlearning (belajar lebih) artinya upaya belajar yang melebihi batas penguasaan dasar atas materi pelajaran tertentu. Ini terjadi apabila respons atau reaksi tertentu muncul setelah siswa melakukan pembelajaran atas respon tersebut dengan cara diluar kebiasaan
b.      Extra study time (tambahan waktu belajar) ialah upaya penambahan alokasi waktu belajar atau penambahan frekuensi (kekerapan) aktivitas belajar.
c.       Mnemonic device (muslihat memori) berarti kiat khusus yang diterjadikan “alat pengait” mental untuk memasukkan item-item informasi ke dalam sistem akal siswa.
d.      Clustering (pengelompokan) ialah menata ulang item-item materi menjadi kelompok-kelompok kecil yang dianggap lebih logis dalam arti bahwa item-item tersebut memiliki signifikansi dan lafal yang sama atau sangat mirip. Misalnya daftar I mengelompokkan daftar nama-nama negara, daftar II singkatan lembaga negara, dan daftar III singkatan nama-nama lembaga internasional.
e.       Distributed practive (latihan terbagi) adalah latihan terkumpul yang sudah dianggap tidak efektif karena mendorong siswa melakukan cramming, yakni belajar banyak meteri secara tergesa-gesa dalam waktu yan singkat.
f.        The serial position effect (pengaruh letak bersambung) untuk memperoleh efek yang positif siswa dianjurkan menyusun daftar kata-kata (nama, istilah dsb) yang diawali dan diakhiri dengan kata-kata yang harus diingat.


Baca Selengkapnya...

Puasa


“Saumun” (puasa), menurut bahasa Arab adalah “menahan dari segala sesuatu”, seperti menahan makan, minum, nafsu, menahan berbicara yang tidak bermanfaat dan sebagainya.
            Menurut istilah agama Islam yaitu “menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya, satu hari lamanya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan beberapa syarat.”
            Firman Allah Swt yang artinya : “makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (al-baqarah: 187)
Sabda Rasulullah Saw yang artinya : “Dari Ibnu Umar Ia berkata,”Saya telah mendengar Nabi besar Saw, bersabda,’Apabila malam datang, siang lenyap, dan matahari telah terbenam, maka sesungguhnya telah dating waktu berbuka bagi orang yang berpuasa’.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Puasa asa empat macam
1.  Puasa wajib, yaitu puasa bulan Ramadhan, puasa kafarat, dan puasa nazar
2.  Puasa sunat
3.  Puasa makruh
4.  Puasa haram, yaitu puasa pada Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Haji, dan tiga hari setelah Hari Raya Haji, yaitu tanggal 11-12  dan 13.
            Puasa bulan Ramadan itu merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima, diwajibkan pada tahun kedua Hijriyah, yaitu tahun kedua sesudah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah. Hukumnya fardhu’ain atas tiap-tiap mukallaf (balig dan berakal).
            Firman Allah Swt yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari tertentu.” (al-baqarah: 183-184)
            Rasulullah Saw telah mengerjakan puasa Sembilan kali Ramadan, delapan kali 29 kali, satu kali pas 30 hari. Beliau berkata dalam hadis Bukhari, “Bulan itu kadang-kadang 30 hari, kadang-kadang 29 hari.”
            Sabda Rasulullah Saw : “Islam itu ditegakkan di atas 5 dasar : (1) bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak (patuh disembah) kecuali Allah, dan bahwasanya Nabi Muhammad itu utusan Allah, (2) mendirikan salat lima waktu, (3) membayar zakat, (4) mengerjakan haji ke Baitullah, (5) berpuasa pada bulan Ramadan.” (Riwayat Bukhari, Muslim, dan Ahmad)
Puasa Ramdan diwajibkan atas tiap-tiap orang mukallaf dengan salah satu dari ketentuan-ketentuan berikut ini:
1.  Dengan melihat bulan bagi yang melihatnya sendiri
2.  Dengan mencukupkan bulan Sya’ban tiga puluh hari, maksudnya bulan tanggal Sya’ban itu dilihat. Tetapi kalau bulan tanggal satu Sya’ban tidak terlihat, tentu kita tidak dapat menentukan hitungan, sempurnanya tiga puluh hari.
Sabda Rasulullah Saw : “Berpuasalah kamu sewaktu melihat bulan (di bulan Ramadan), dan berbukalah kamu sewaktu melihat bulan (di bulan Syawal). Maka jika ada yang menghalangi (mendung) sehingga bulan tidak kelihatan, hendaklah kamu sempurnakan bulan Sya’ban tiga puluh hari.” (Riwayat Bukhari)
3.  Dengan adanya melihat (ru-yat) yang dipersaksikan oleh seorang yang adil di muka hakim.
 “Bahwasanya Ibnu Umar telah melihat bulan. Maka diberitahukannya hal itu kepada Rasulullah, lalu Rasulullah Saw berpuasa, dan beliau menyuruh orang-orang agar berpuasa pula.” (Riwayat Abu Dawud)
Sabda Rasulullah Saw : Dari Ikrimah, melalui Ibnu Abbas. Ia berkata, “Seseorang Arab Badui telah dating kepada Rasulullah Saw. Dia berkata, ‘Saya telah melihat awal bulan Ramadan.’ Rasulullah bertanya kepadanya, ‘Adakah engkau mengaku bahwa tidak ada Tuhan yang sebenarnya melainkan Allah?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah bertanya lagi, ‘Adakah engkau mengaku bahwa sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah?’ Jawabannya, ‘Ya, sudah! Saya mengaku (artinya saya orang Islam).’ Lantas Rasulullah Saw memerintahkan, ‘Hai Bilal, beritahukan hal itu kepada orang banyak supaya mereka berpuasa esok harinya’.” (Riwayat lima ahli hadis, kecuali Ahmad )
 Dari Amir makkah, Al-Haris Ibnu Hatib. Dia telah berkata, “Rasulullah Saw telah memerintahkan kami supaya berpuasa dengan melihat bulan; jika kami tidak dapat melihat bulan itu, supaya kami puasa dengan kesaksian dua orang yang adil.” (Riwayat Adu Dawud dan Daruqutni)
Dengan hadis tersebut di atas timbullah dua paham mengenai kesaksian melahat bulan Ramadan itu. Sebagian ulama berpendapat cukup disaksikan oleh seorang saja. Berarti apabila telah dipersaksikan oleh seorang kepada hakim bahwa ia telah melihat bulan, maka hakin boleh menetapkannya dan wajib mengumumnkannya; maka masyarakat umum wajib berpuasa esok harinya. Sebagian ulama lagi berpendapat bahwa kesaksian satu orang itu saja belum menjadi dasar untuk menetapkan masuknya bulan Ramadan, tetapi harus disaksikan oleh dua orang yang adil. Pendapat ini berdasarkan pada hadis Al-Haris tersebut.
4.  Dengan kabar Mutawatir, yaitu kabar orang banyak, sehingga mustahil mereka akan dapat sepakat berdusta atau sekata atas kabar yang dusta.
5.  Percaya kepada orang yang melihat.
6.  Tanda-tanda yang biasa dilakukan di kota-kota besar untuk memberitahukan kepada orang banyak (umum), seperti lampu, meriam, dan sebagainya.
7.  Dengan ilmu hisab atau kabar dari ahli hisab (ilmu bintang).
Sabda Rasulullah Saw : Ibnu Umar telah menceritakan hadis berikut yang ia terima langsung dari Rasulullah Saw yang telah bersabda, “Apabila kamu melihat bulan (di bulan Ramadan), hendaklah kamu berpuasa, dan apabila kamu melihat bulan (di bulan Syawal), hendaklah kamu berbuka. Maka jika tertutup (mendung) antara kamu dan tempat terbit bulan, hendaklah kamu kira-kirakan bulan itu.” (Riwayat Bukhari, Muslim, Nasai, dan Ibnu Majah)

Syarat wajib puasa     
1.  Berakal. Orang yang gila tidak wajib berpuasa.
2.  Balig (umur 15 tahun ke atas) atau ada tanda yang lain. Anak-anak tidak wajib puasa.
            Sabda Rasulullah Saw : Tiga orang terlepas dari hukum: (a) orang yang sedang tidur hingga ia bangun, (b) orang gila sampai ia sembuh, (c) kanak-kanak sampai ia balig.” (Riwayat Abu Dawud dan Nasai)
3.  Kuat berpuasa. Orang yang tidak kuat, misalnya karena sudah tua atau sakit, tidak wajib puasa.
            
 
Baca Selengkapnya...